Berita Gembira dari Jalur Gaza (5): Hari ke-14, 9 Januari 2009
Ditulis oleh creativesimo di/pada 9 Januari 2009
Berikut berita-berita seputar perang di jalur Gaza pada hari ke-14, Jumat 9 Januari 2009, bersumber dari republika, jawapos dan arrahmah.
Jum’at, 09 Januari 2009
Kawasan Utara Israel Ditembak Tiga Roket Milik Hizbullah
Insiden Roket, SBY Telepon Pasukan Garuda
JERUSALEM – Militan Lebanon membuka front pertempuran baru terhadap Israel. Di tengah kesibukan menghajar Gaza, kemarin pagi (8/1) kawasan utara Israel ditembak tiga roket yang diduga milik militan Syiah, Hizbullah. Roket yang melukai dua orang itu dikhawatirkan memperluas eskalasi agresi Israel.
Salah satu roket menghantam rumah pensiunan di Desa Nahariya, 5 km dari perbatasan. Sekelompok 25 orang yang sedang sarapan semburat karena ledakan itu. Roket menembus atap, menerbangkan pemanas air, dan mendarat di kamar tidur. Tak ada yang tewas, tapi seorang patah kaki dan yang lain terpeleset oleh air sprinkler yang mengucur otomatis karena ada asap. ”Ledakannya dahsyat,” kata Henry Carmelli, manajer rumah itu.
Perbatasan Lebanon dan Israel, bekas ajang baku tempur Israel-Hizbullah, sebenarnya sudah dijaga pasukan PBB. Tentara baret biru itu termasuk dari Indonesia. Perkembangan terbaru ini memaksa pasukan PBB siaga dan meningkatkan patroli. Apalagi, setelah ditembak tiga roket, Israel membalas dengan menembakkan mortar ke wilayah Lebanon.
Insiden terakhir itu mengingatkan perang 2,5 tahun lalu. Waktu itu Israel menyerbu Gaza untuk membebaskan tentaranya yang diculik Hamas. Di perbatasan Lebanon Selatan, Hizbullah membuat kejutan dengan juga menculik dua serdadu Israel.
Negara Bani Israil itu merespons dengan serbuan udara dan darat yang menewaskan ratusan warga sipil. Setelah bertarung 34 hari, lebih dari seratus tentara Israel tewas. Akhirnya tentara Yahudi mundur. Tentara yang diculik tak berhasil dibebaskan.
Meski roket kemarin diduga kuat milik Hizbullah, karena kapabilitas dalam melakukan serangan serupa, kali ini tak ada kelompok yang mengklaim penembakan tiga roket itu. Pemerintah Lebanon, yang khawatir menjadi korban serbuan Israel, langsung mengecam penembakan roket itu dan juga pembalasan Israel.
Selain Hizbullah, kelompok gerilyawan Palestina di Lebanon juga dicurigai. Meir Sheetrit, anggota kabinet Israel, menuduh kelompok sempalan yang sedang bermain. Dia menyatakan, Israel tak berminat membalas lebih jauh. ”Kami tak ingin dimainkan tangan orang lain,” katanya.
Sikap pembelaan tanpa batas Amerika terhadap Israel juga mengobarkan solidaritas Palestina di Iraq. Pemerintah Iraq mengutuk agresi Israel itu. PM Nouri Al Maliki menyatakan ”luka mendalam dan sedih.” Dia mendesak negara-negara muslim memutuskan hubungan dengan Israel. Negara Arab yang membuka hubungan diplomatik dengan Israel adalah Mesir dan Jordania.
”Sangat disesalkan kejahatan brutal ini terus berlanjut di tengah sikap diam komunitas internasional,” katanya. Secara teknis, Iraq dan Israel masih dalam kondisi perang. Saddam Hussein, yang digulingkan AS, pernah menembakkan rudal ke Israel semasa Perang Teluk pertama.
Selain mengutuk, negara yang sedang dijajah Amerika itu juga mengirimkan bantuan makanan ke Gaza. Bantuan itu dilewatkan Amman, Jordania.
Sikap lebih keras dilancarkan Moqtada Al Sadr. Ulama Syiah anti-AS itu mendesak rakyat Iraq menyerang tentara AS sebagai pembalasan atas pembelaan AS terhadap agresi Israel. ”Saya menyeru kepada kelompok perlawanan yang sejati di Iraq untuk melakukan operasi pembalasan terhadap kawan dekat musuh kita Zionis (maksudnya AS),” kata ulama ini dari tempat persembunyiannya.
Al Sadr memiliki kelompok militan yang selalu memberikan perlawanan terhadap pasukan AS. Namun, kelompok ini terus diberantas oleh tentara AS yang dibantu pasukan pemerintah Iraq.
Dalam perkembangan pertempuran di Gaza, Israel merambah ke wilayah selatan. Tentara Yahudi berusaha menyapu tempat-tempat yang dicurigai sebagai pintu penyelundupan senjata. Terutama terowongan-terowongan yang digali dari wilayah Gaza Selatan tembus ke Mesir Utara. Gaza dan Mesir berbagi wilayah perbatasan sekitar 15 km. Di sisi Palestina dijaga pos-pos militer Israel, di sisi lain dijaga tentara Mesir. Israel juga menuduh kawasan selatan itu menjadi pangkalan peluncuran roket-roket swadaya Hamas.
Keganasan Israel terus memakan korban. Sembilan lagi warga Palestina tewas. Lima orang diklaim sebagai militan. Total 13 hari agresi ini sudah menelan 696 nyawa, menurut sumber medis Palestina.
Di Gaza Selatan, Hamas terus melakukan perlawanan, berhadapan dengan pasukan tank Israel. Sedangkan di utara, roket-roket Hamas terus berluncuran ke kawasan Israel. Sebuah sekolah dan gedung olahraga, keduanya sedang kosong, terhantam. Roket-roket buatan sendiri milik Hamas sebenarnya ”primitif” dibanding aneka senjata canggih di darat, laut, dan udara, yang dimiliki Israel. Apalagi, pasokan senjata Israel tanpa batas, termasuk dari Amerika.
Kemarin, di bagian lain kawasan Gaza, Israel dilaporkan melakukan sekitar dua puluh kali pengeboman udara di Gaza City. Seorang tewas. Yang lain, 12 pejalan kaki, luka-luka saat bom meledak sekitar 150 meter dari rumah sakit.
Di tengah makin memburuknya situasi di Gaza, Israel dan Hamas ”menyetujui” gencatan senjata tiga jam sehari. Selama jeda itu, bantuan kemanusiaan boleh mengalir masuk. Dari waktu ke waktu kondisi warga Gaza memang makin memburuk. Air bersih, pasokan makanan, obat-obatan, serta bahan bakar makin menipis. Bayi-bayi juga kekurangan stok susu.
Meski ada jeda kemanusiaan, PBB kemarin menyatakan menghentikan semua operasi bantuan ke Gaza. Ini gara-gara berbagai serangan oleh tentara Israel ke konvoi bantuan. Kemarin sopir truk bantuan PBB tewas oleh tembakan tank Israel. Ini menambah panjang daftar korban. Sebelumnya, 40 pengungsi yang berlindung di gedung PBB tewas oleh berondongan tentara Yahudi.
Dari Jenewa dilaporkan, Palang Merah Internasional menyebut empat anak ditemukan hidup di dekat mayat ibunya. Total dari gedung yang roboh dibom Israel, 15 mayat ditemukan di kawasan Zeitoun di Gaza. Lembaga kemanusiaan itu juga mengecam Israel yang menghalang-halangi tim penolong untuk menuju lokasi korban.
Upaya diplomasi untuk mengakhiri agresi itu terus dilakukan. Kemarin perwakilan Israel tiba di Kairo, Mesir, untuk membicarakan proposal Prancis dan Mesir. Israel, lewat jubir Deplu Mark Regev, menyatakan setuju gencatan senjata permanen, asal Hamas menghentikan semua serangan ke Israel, serta Hamas diembargo senjata.
Sementara itu, Osama Hamdan, perwakilan Hamas di Lebanon, mensyaratkan, Israel harus membuka seluruh blokade ke Gaza. Selama ini Gaza dikenal sebagai ”penjara besar” karena 1,4 juta warganya tak bisa bebas keluar masuk perbatasan. Semuanya dijaga tentara Israel, termasuk dari laut.
SBY Telepon Pasukan Garuda
Terjadinya baku tembak antara pasukan Hizbullah Lebanon dan tentara Israel membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) khawatir. Sebab, saat ini terdapat 1.265 prajurit TNI di perbatasan Lebanon-Israel. SBY pun kemarin (8/1) menelepon komandan Pasukan Garuda di Lebanon.
Presiden berkomunikasi dengan Komandan Satuan Tugas Pasukan Perdamaian Garuda Letkol Inf R. Haryono. SBY menanyakan situasi terkini terkait tembak-menembak antara tentara Hizbullah dan Israel yang terjadi pada Kamis (8/1) sekitar pukul 07.30 waktu setempat.
“Dari posisi kita berapa? Oke, 35 kilometer dari posisi kita,” kata SBY saat menelepon Letkol Haryono di halaman kantor presiden. SBY tidak membuka speaker communicator-nya, sehingga wartawan tidak bisa mendengar suara Haryono.
“Begini Haryono, saya sudah mengerti laporan yang kau sampaikan. Pertama benar yang Haryono instruksikan kepada prajurit untuk menjaga diri meningkatkan keamanan. Kemudian siap dengan contingency, meski tembakan itu tidak terlalu dekat dengan posisi Indonesia,” ujar SBY.
Menurut SBY, meski tembakan tentara Israel ke arah Lebanon belum membahayakan pasukan Indonesia, tetap harus diwaspadai. Bisa saja situasi berkembang tidak terkontrol, sehingga membahayakan. “Ingat, tugas Anda adalah peace keeping. Jadi, berlindung dengan baik agar keselamatan anak-anak terjaga sambil terus menjalankan tugas sebagai peace keeping forces,” tambahnya.
SBY juga menyampaikan pesan kepada pimpinan UNIFIL bahwa Jakarta terus memantau perkembangan di Lebanon. “Ketiga, tadi kau melaporkan kepada saya bahwa Dubes Indonesia akan dipanggil Presiden Lebanon Sulaiman. Kalau kau sempat berkomunikasi dengan Dubes, sampaikan agar betul-betul mendengarkan brifing dari presiden Lebanon dan setiap perkembangan situasi dipahami dengan seksama,” pinta SBY.
Dari Naqoura, Lebanon Selatan, pasukan Garuda benar-benar siaga penuh. Statusnya sekarang dinaikkan menjadi kuning plus. “Sudah ada perintah agar seluruh unit UNIFIL di lapangan mendeteksi dengan cepat dan mencegah semua aktivitas mencurigakan atau aktivitas permusuhan,” ujar Perwira Penerangan Kontingen Garuda XXVI-A Kapten Laut Hondor Saragih kepada Jawa Pos melalui telepon internasional kemarin (8/1).AP/AFP/Rtr/tom/rdl/roy/oki)
Sumber: Jawapos
Jum’at, 09 Januari 2009
Sepertiga Korban Perang Israel-Palestina Anak-Anak
GAZA – Inilah salah satu alasan kenapa aksi brutal Israel ke Gaza harus segera dihentikan: tak semakin banyak nyawa anak tak berdosa yang melayang sia-sia. Korban tewas akibat invasi Israel ke Jalur Gaza hingga hari ke-12 kemarin (8/1) telah mencapai 700 orang. Sepertiga dari total korban itu adalah anak-anak. Menurut Kepala Unit Pelayanan Darurat Gaza Moawiya Hassanein, bocah yang tewas mencapai 220 jiwa.
Parahnya, serdadu Israel justru makin liar. Saat perwakilan Israel, Hamas, Mesir, dan otoritas Palestina pimpinan Presiden Mahmoud Abbas menghelat dialog di Kairo untuk membahas perihal gencatan senjata, kabinet Israel malah mengistruksi militernya untuk maju menyerang dan masuk lebih jauh ke wilayah Gaza. Otoritas internasional menyayangkan terjadinya hal itu karena berpotensi memperbanyak korban jiwa. Yang lebih disesalkan, peluru pasti tidak mampu membedakan anak-anak atau orang dewasa.
“Yang paling memprihatinkan adalah bertambahnya jumlah anak yang tewas atau terluka,” terang Maxwell Gaylard, koordinator misi kemanusiaan PBB untuk Palestina. “Kondisi perang sangat berbahaya bagi anak-anak. Namun, tak ada tempat aman di Gaza, sekalipun tempat bernaung atau selter bom. Untuk sementara, perbatasan ditutup. Hal tersebut mengakibatkan warga sipil tak punya tempat dan cara untuk menyelamatkan diri,” sambungnya.
Selain mengancam jiwa, perang berbahaya secara psikologis bagi anak-anak. Berhadapan terus-menerus dengan bom, roket, senjata, dan darah bisa menjadi faktor utama trauma dan tekanan mental.
“Hal tersebut sangat mengerikan bagi anak-anak. Saya sudah menjumpai yang seperti itu berkali-kali. Namun, itulah yang terparah,” ungkap Direktur Program Kesehatan Mental Gaza Dr Iyad Sarraj. Pengalaman merawat bocah lima tahun lalu menjadi pelajaran berharga bagi dia. Ketika itu dia merawat seorang bocah yang trauma setelah sebuah roket Hamas menghantam rumahnya. Waktu itu keadaan gelap karena listrik padam. Tanpa sengaja, tangan si bocah menyentuh sesuatu yang basah dan kental. Begitu sadar, ternyata itu darah saudara perempuannya. Si bocah langsung trauma jika mencium atau memakan daging selama tiga tahun pascainsiden tersebut. Penyakit psikologis yang sama berpotensi terjadi pada anak-anak di Jalur Gaza.
Badan PBB untuk anak-anak, UNICEF, mengimbau Israel maupun Hamas untuk segera menghentikan serangan. “Semua korban konflik menjadi tanggung jawab hukum kemanusiaan internasional. Jadi, anak-anak dilindungi, menerima suplai bantuan kemanusiaan dan dukungan,” bunyi pernyataan UNICEF seperti dirilis BBC.
Sementara itu, bantuan kemanusiaan dari Palang Merah Internasional nekat masuk ke wilayah “merah” tersebut untuk meringankan penderitaan korban akibat pertempuran meski sudah dilarang oleh Israel dengan alasan berbahaya. Minggu lalu, serangan rudal Israel menghancurkan sebuah ambulans tim kemanusiaan Bulan Sabit Merah. Akibatnya, seorang paramedis tewas, sedangkan dua lainnya terluka serius. (ape/ami)
Sumber: Jawapos
Rumah Penuh Warga Sipil Dibom
By Republika Newsroom
Jumat, 09 Januari 2009 pukul 15:50:00
JERUSALEM — PBB, Jumat, mengutip keterangan beberapa beberapa saksi mata yang mengatakan pasukan Israel mengungsikan sebanyak 110 orang Palestina ke dalam satu rumah yang kemudian berulang-kali mereka bom selama 24 jam kemudian, dan menewaskan sebanyak 30 orang.
“Menurut beberapa keterangan, pada 4 Januari tentara Israel yang berjalan kaki mengungsikan sebanyak 110 orang Palestina ke dalam satu rumah di Zeitun, separuh dari mereka adalah anak kecil, dan memperingatkan mereka agar tidak keluar rumah,” katanya.
Kantor PBB bagi Koordinator Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyebutnya salah satu peristiwa paling suram sejak awal operasi” oleh pasukan Israel di Jalur Gaza pada 27 Desember.
Israel pada Jumat melancarkan serangan gencar di Jalur Gaza, sementara serangan roket baru menghantam Israel dalam waktu beberapa jam setelah Dewan Keamanan PBB menyetujui resolusi yang menyerukan segera diakhirinya konflik tersebut, kata beberapa saksi mata dan militer.
Israel melancarkan lebih dari 50 serangan udara yang dikatakan dinas keadaan darurat Palestina menewaskan sedikitnya 12 warga sipil. Tentara Israel menyatakan sembilan roket ditembakkan ke dalam wilayah Israel selatan pada Jumat dan melukai satu orang. Tentara Israel menyatakan empat roket Grad menghantam Beersheba, sekitar 40 kilometer dari Jalur Gaza, serta pelabuhan Ashdod.
Tentara Israel menyatakan telah menyerang lima tempat peluncuran roket, termasuk satu tempat di dekat satu masjid, rumah tempat penyimpanan senjata dan lima tempat produksi senjata serta bangunan komando HAMAS. Angkatan Laut Israel juga melancarkan serangan artileri ke bagian tengah Jalur Gaza.
Dewan Keamanan PBB mensahkan resolusi, Kamis larut malam waktu setempat, yang menyerukan gencatan senjata segera dan penarikan Israel dari Jalur Gaza. Amerika Serikat, sekutu utama Israel, abstein dalam pemungutan suara.
Israel melancarkan serangan ke Jalur Gaza dengan “tujuan menghentikan serangan roket ke Israel selatan dan penyelundupan senjata ke dalam wilayah Jalur Gaza dari Mesir”.
Beberapa sumber medis Palestina mengatakan hampir 800 orang Palestina telah meninggal sejak itu. Sebelas tentara Israel dan tiga warga sipil telah tewas dalam pertempuran atau serangan roket ke dalam wilayah Israel. ant/afp/is
Sumber: Republika
Perang Cerdas Modal Hamas
Oleh Prince of Jihad pada Jum’at 09 Januari 2009, 06:20 AM
Arrahmah.com – Hari Sabath (Sabtu), hari yang dikuduskan kaum Yahudi diingkari sendiri oleh tentara Israel. Di hari larangan membunuh, bepergian, dan berdagang itu, pasukan darat negeri zionis resmi menyerang Gaza, Palestina. Mereka disambut meriah dengan rudal-rudal jarak dekat pejuang Hamas (Haraqah Al Muqawamah Al Islamiyah, Gerakan Perlawanan Islam).
Pemimpin Hamas Khalid Misyal dari pos komandonya di Syiria sudah memerintahkan setiap pejuang Hamas melawan. Khalid menjanjikan neraka bagi setiap tentara Israel yang menginjak tanah Gaza. Mengapa Hamas begitu berani ?
Padahal, dari hitung-hitungan matematika pertahanan, kekuatan dua pasukan sangat timpang. Bagai bumi dan langit. Israel Defence Forces (IDF, angkatan bersenjata Israel) setidaknya berkekuatan 176 ribu infanteri bersenjata lengkap. IDF juga mendapat dukungan serangan udara dari 286 helikopter serbu, dan 875 jet tempur berkecepatan supersonik. Juga, 2800 tank dan 1.800 senjata artileri (meriam, rudal, peluncur roket) yang semuanya on load (siap digunakan).
Sebaliknya, Hamas hanya berkekuatan maksimal 20.000 pejuang. Tanpa pesawat tempur, jet, atau helikopter patroli satu pun. Mereka hanya memakai roket Al Banna dan Al Yaasin, modifikasi rudal PG-2 Rusia yang mampu menghancurkan tank Merkava dalam radius 500 meter. Roket lainnya, yang juga hasil modifikasi, maksimal hanya bisa meluncur 55 kilometer. Itu hanya cukup sampai Kota Sderoth, yang bukan jantung komando Israel.
Untuk pertahanan anti serangan udara, mereka mengandalkan rudal Rayyan, modifikasi dari rudal SA-7 Rusia yang dulu digunakan Hizbullah (Lebanon) untuk merontokkan helikopter dan UAV Israel.
Tak Percaya Statistik
Tapi, Hamas memang tak pernah percaya statistik. Apalagi cuma di atas kertas. Buktinya, sejak didirikan Syekh Ahmad Yasin pada 14 Desember 1987, Hamas terus membesar.
Untuk melawan Israel, Hamas membentuk sayap militer Brigade Izzudin Al Qassam. Anggotanya harus melalui seleksi superketat. Mereka diambil dari pemuda-pemuda yang lulus ujian akhlak dan keimanan.
Para recruiter Al Qassam, misalnya, akan mencari calon pejuang dari jamaah salat Subuh di masjid-masjid Gaza dan seluruh kawasan Tepi Barat. Pemuda yang tak pernah ketinggalan salat Subuh berjamaah adalah bibit terbaik prajurit Hamas. Jadi, pemuda Palestina yang suka merokok, apalagi bau minuman keras, jangan harap bisa diterima sebagai personel Al Qassam.
Prajurit ikhlas dan bebas maksiat memang jadi modal utama. Sebab, Hamas yakin kemenangan tak semata-mata hitungan senjata, tapi juga faktor “langit”. Mereka percaya dengan perlindungan malaikat yang sudah tahu siapa yang bakal unggul. Seperti saat 300 prajurit Nabi Muhammad sukses melawan 1.300 musuh dalam Perang Badar (2 Hijriah).
Sikap itu buah didikan gerakan Ikhwanul Muslimin (IM) yang didirikan Hasan Al Banna di Mesir pada 1928. Syekh Yasin adalah kader IM sejak dipenjara karena ceramahnya pada 1965. Di penjara, putra Palestina asli kelahiran Desa Jaurah, 20 kilometer utara Gaza 1936 itu, bergabung dengan cabang IM Palestina yang berdiri pada 1935. Yasin syahid diterjang rudal Israel pada subuh, 22 Maret 2004.
Maka, pola latihan Al Qasaam juga pengembangan dari Nizham Khash (Biro Khusus) IM yang dibentuk di Kairo, Mesir, 1940. Pada perang Arab-Israel pertama 1948, Nizham mengirim 3.000 prajuritnya melawan Israel. Nizham juga berperan dalam perang Terusan melawan Inggris, 1951. Dalam aktivitas keseharian, Nizham memakai sistem sel tertutup. Satu anggota tak mengenal anggota lain, kecuali dalam satu usroh (grup) yang terdiri atas tujuh sampai 10 orang.
Dalam kitab At Tarbiyah As Siyasiyah ‘Inda Jamaah Al Ikhwan Al Muslimin karangan Utsman Abdul Mu’iz Ruslan (diterjemahkan Era Intermedia, Solo, 2000) halaman 575-583, latihan Nizham dijabarkan dengan detail. Di antaranya, mereka mempelajari bela diri, senjata api, perang gerilya, bom dan bahan peledak, topografi, menyelam, serta infiltrasi (penyusupan) militer.
Mereka juga ahli ilmu sandi, terlatih memublikasikan selebaran (propaganda) dan punya data semua institusi Yahudi di Mesir dan Timur Tengah. Selain itu, anggota Nizham mempelajari tafsir Alquran, menghafal 40 hadits Imam Nawawi, berpuasa sunah, dan disiplin membaca Alquran minimal 1 juz per hari.
Sistem Nizham ditiru Al Qassam. Bekal mental penting karena tiap hari mereka diburu pasukan khusus Israel, Sayerat Matkal. Tapi, kematian memang jadi slogan impian tiap anggota Hamas (as syahid asma’ amanina). Yang sudah meraihnya akan di-upload di situs resmi www.alqassam.ps.
Selain operasi militer, Hamas berhadapan dengan agen intelijen terhebat sedunia HaMossad leModi’in uleTafkidim Meyuhadim (Mossad). Guru MI5 Inggris dan CIA itu amat piawai menyaru rupa. Seorang agen Mossad bisa tampil bersurban dan berjenggot laksana Syeikh, tapi berceramah tentang hidup damai bersama Israel.
Agen Mossad juga bisa tampil perlente layaknya Bernard Madoff, konglomerat perayu kelas kakap yang sukses menciptakan krisis finansial dunia. Senyum manis ditambah taburan dolar bisa membuat politisi parlemen dan berbagai faksi politik lain di Palestina pecah belah teradu domba.
Untuk melawan Mossad, Hamas mengandalkan dukungan total dari rakyat Palestina. Hamas memang tinggal bersama mereka. Hamas membantu rakyat saat krisis pangan, menjadi guru madrasah anak-anak mereka, dan membangun terowongan jalur penyelundupan bawah tanah Rafah (Mesir)-Gaza agar bayi-bayi Palestina punya susu untuk diminum. Hamas juga santun kepada 3.000 warga Kristiani di Gaza. Tak heran, dalam pemilu pada 25 Januari 2006, Hamas meraup suara terbanyak.
Mereka juga punya koneksi gerakan di luar negeri yang solid. Ulama Hamas Dr Nawwaf Takruri, dosen Universitas An-Najah Nablus, bahkan pernah berceramah di Masjid As Syukur, 200 meter sebelah selatan kantor Graha Pena, Jawa Pos, Jakarta pada November 2007. Dalam perang kali ini, mereka juga dibantu faksi jihad lain di Gaza.
Karena itu, banyak pengamat militer menilai agresi ini bakal sambung menyambung sepanjang 2009. Sebab, kader-kader Hamas di Palestina dan seluruh dunia sudah berjanji tak akan mengerek bendera putih. Mereka yang hanya punya batu akan terus melempar, roket akan terus diluncurkan, dan senjata-senjata selundupan sudah terkokang.
Mereka yang tak bisa datang ke medan perang, akan menyumbang harta, tulisan propaganda, dan doa-doa sepanjang malam. PM Israel Ehud Olmert, Menhan Ehud Barak, dan Menlu Tzipi Livni, tampaknya bakal gigit jari lagi.
Oleh: Ridlwan
Ridlwan, wartawan Jawa Pos di Jakarta
(email : ridlwan@jawapos.co.id )
Sumber: Arrahmah
Mujahidin Palestina Tewaskan 30 Tentara Zionis Israel
Oleh Hanin Mazaya pada Kamis 08 Januari 2009, 10:58 AM
GAZA (Arrahmah.com) – Anggota Biro Politik Gerakan Hamas, Muhammad Nazal menegaskan pejuang perlawanan Palestina di Jalur Gaza berhasil membunuh dan melukai lebih dari 30 tentara zionis Israel dalam 5 hari terakhir.
Dalam pernyataan kepada televisi Palestina al Aqsha, Rabu (7/1), Nazal mengatakan, “Sejak dimulai agresi darat Israel ke Jalur Gaza lebih dari 30 serdadu dan komandan pasukan khusus Israel tewas dan lebih dari seratus lainnya terluka termasuk komandan pasukan khusus “Golani”.”
Nazal mengisyaratkan angka besar jumlah korban tewas dan terluka di pihak militer Israel yang mencapai lebih 130 tentara tewas dan terluka, merupakan angka tertinggi. Baik dari sisi waktu mapun kemampuan perlawanan dibandingkan dengan kemampuan musuh.
Petinggi Hamas ini mengingatkan, “Setelah lewat beberapa hari agresi Israel ke Jalur Gaza, bisa saya katakan bahwa perlawanan merealisasikan capaian lapangan yang besar. Perlawanan telah menggagalkan semua target yang diumumkan musuh.”
Dalam pada itu, militer Israel secara resmi hanya mengakui 9 serdadunya tewas dan lebih 120 lainnya luka-luka. Meski demikian militer Israel memperketat liputan media atas penyebutan korban tewas dan terluka yang sebenarnya di pihak militer Israel. (Hanin Mazaya/infopalestina/arrahmah.com)
Sumber: arrahmah
Ratusan Mujahidin Siap Lakukan Aksi Isytisyhad
Oleh Hanin Mazaya pada Kamis 08 Januari 2009, 07:04 AM
GAZA (Arrahmah.com) – Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas mengatakan ratusan mujahid telah siap lakukan aksi isytisyhad, hal ini disampaikan oleh jurubicara Al-Qassam, Abu Obeida.
Al-Qassam menjebak militer Israel dengan memasuki sebuah bangunan di wilayah Beit Lahiya yang berisi para pejuang yang siap menghabisi militer Israel. Saat mereka melakukan baku tembak, salah seorang pejuang meledakkan dirinya di dekat tank-tank milik Israel. Ini adalah aksi bom syahid pertama yang dilakukan Al-Qassam. Dan Al-Qassam memiliki ratusan mujahid yang siap melakukan aksi serupa untuk menjatuhkan banyak korban di kubu Israel. Sebuah aksi yang mereka yakini, tidak akan berani dilakukan tentara-tentara Israel.
Obeida juga mengatakan pertempuran antara militer Israel dengan para pejuang Palestina telah merambah ke wilayah-wilayah yang dikuasai Israel, seperti bukit Ar-Rayis, bukit Al-Kashif dan Al-Atra, dekat Gaza.
Sebuah pertempuran hebat terjadi Selasa (6/1) antara pejuang Palestina dengan tentara Israel di Yunis Khan, Gaza Selatan.
Lebih dari 10 tentara Israel telah tewas dan lebih dari 40 lainnya mengalami luka-luka, kebanyakan mengalami luka berat.
Obeida memperingatkan Israel, bahwa ribuan pejuang Palestina telah dipersiapkan untuk memenangkan pertempuran.
Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert dengan entengnya mengatakan, “Kami tidak berniat menyerang jalur Gaza,” seperti yang dilansir harian Israel, Haaretz.
“Kami tidak ingin menduduki Gaza dan membunuh setiap teroris, kami hanya ingin membawa perubahan untuk wilayah selatan,” lanjutnya.
Tidak jelas, maksud perkataan Perdana Menteri Negara biadab tersebut. Perubahan seperti apa yang dia inginkan setelah menelan hampir 700 nyawa penduduk Gaza dan sebagian besar korban yang tewas, adalah warga sipil. (Hanin Mazaya/arrahmah.com)
Sumber: arrahmah
Raja Saudi Galang Bantuan Gaza
By Republika Newsroom
Jumat, 09 Januari 2009 pukul 15:27:00
RIYADH — Penggalangan bantuan dana yang dilakukan Raja Abdullah bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi telah mencapai 171.261.643 Riyal Saudi sampai Kamis, sebagai tambahan sumbangan dalam berbagai bentuk termasuk makanan awetan, pasokan perlatan medis, obat-obatan, baju, tenda-tenda, selimut, dan perhiasan.Komisi Saudi untuk Bantuan Rakyat Palestina memuji respon yang besar dari pangeran, para pejabat, kalangan pengusaha serta rakyat Saudi dari semua umur, di samping kelompok-kelompok ekonomi dengan upaya-upaya yang dilakukannya, untuk menyatakan solidaritas mereka terhadap rakyat Gaza.
Komisi juga menambahkan, bahwa sumbangan-sumbangan tersebut terus mengalir ke pusat-pusat penggalangan bantuan dan markas-markas besar sebagai respon atas seruan Raja Abdullah bin Abdulaziz Al Saud, untuk membantu penderitaan rakyat Palestina atas serangan pasukan Israel.Pemblokadean Gaza dan serangan-serangan udara serta darat yang dilakukan oleh negara Zionis itu telah menelan ratusan korban termasuk rakyat sipil, dan menimbulkan krisis kemanusiaan yang luar biasa.ant/spa/oana/kp
Sumber: republika
PBB Serukan Gencatan Senjata, AS Abstain
By Republika Newsroom
Jumat, 09 Januari 2009 pukul 13:59:00
PBB – Dewan Keamanan PBB, Kamis waktu setempat (Jumat WIB) menyerukan gencatan senjata segera di Gaza yang diharapkan oleh negara-negara Arab dapat mengakhiri serangan 13 hari Israel, tetapi AS abstain dalam pemungutan suara itu.
Sebuah resolusi yang dirancang dalam tiga hari tawar menawar antara negara-negara Barat dan Arab “menekankan perlunya gencatan senjata segera, menarik seluruh pasukan Israel dari Gaza.”
Resolusi itu juga menyerukan pengaturan-pengaturan di Gaza untuk mencegah penyelundupan senjata ke para pejuang Palestina dan membuka kembali tempat-tempat penyeberangan perbatasan, dan distribusi tanpa rintangan bantuan di wilayah itu, di mana lebih dari 750 warga Palestina tewas.
Beberapa pejabat Arab kuatir abstainnya AS dapat melemahkan tekanan terhadap Israel untuk mentaati resolusi itu.
Para diplomat mengatakan Menlu AS Condoleezza Rice, yang beberapa beberapa kali dalam hari itu berbicara dengan PM Israel Ehud Olmert, berbicara melalui telepon dengan Presiden AS George W.Bush persis sebelum pemungutan suara itu dilakukan.
Rice mengemukakan kepada Dewan Keamanan bahwa Washington mendukung resolusi itu dan abstain hanya karena pihaknya ingin “melihat hasil-hasil dari usaha-usaha penengahan Mesir untuk melihat apakah resolusi itu mendapat dukungan. Dia mengacu pada satu rencana yang diumumkan pekan ini oleh Presiden Mesir Hosni Mubarak.
Dengan tidak mendukung resolusi itu, AS dianggap berpihak pada sekutu dekatnya Israel, yang menyerang Gaza 27 Desember dalam usaha menghentikan serangan roket oleh para pejuang Palestina terhadap Israel selatan.
Negara-negara Arab, banyak menghadapi sentimen kuat anti Israel di dalam negeri, menegaskan Dewan Keamanan harus mengeluarkan sebuah resolusi yang mengikat yang akan memaksa Israel mengakhiri segera serangan militernya di Jalur Gaza.
Israel menentang gagasan satu resolusi PBB yang mengikat. Dubes negara Yahudi itu untuk PBB , Gabriela Shalev membuat satu pernyataan mengacu pada gagasan itu dalam pidato singkatnya di Dewan Keamanan bahwa tindakan negaranya untuk melancarkan serangan di Gaza sebagai pembelaan diri.
AS sebelumnya mendukung Israel dalam menentang satu resolusi tetapi para diplomat mengatakan negara itu kemudian mencabut keberatannya dan menyetujui dengan teks kata-kata yang hati-hati.
Rice, Menlu Inggris David Miliband dan Menlu Prancis Bernard Kouchner memperpanjang keberadaan mereka di New York untuk berunding dengan para menlu Arab di PBB mengenai satu naskah kompromi.
Miliband mengemukakan kepada Dewan Keamanan bahwa resolusi itu, yang dirancang sebagian besar oleh Inggris menunjukkan “satu konsensus ikhlas tentang tujuan-tujuan yang jelas”.
Menlu Palestina Riad al Malki mengatakan ” Israel, negara penjajah , harus melaksanakan segera resolusi ini,” tetapi kemudian mengemukakan kepada wartawan ia kuatir negara itu tidak akan melaksanakannya.
Para diplomat Arab dan Barat berbeda pendapat menyangkut apakah resolusi itu menetapkan satu syarat hukum terhadap Israel untuk mengakhiri ofensifnya.
Para diplomat Barat mengatakan sejumlah negara Arab menginginkan sebuah resolusi disetujui sebelum sholat Jumat, untuk menghindari kemungkinan kecaman dari para jamaah, demikian Reuters. – ant/ah
Sumber: republika
Media Pro-Palestina Sering Ditekan Barat
By Republika Newsroom
Jumat, 09 Januari 2009 pukul 13:55:00
JAKARTA — Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan, sejumlah media yang memaparkan penderitaan warga Palestina akibat serangan Israel ke Jalur Gaza kerap mendapat tekanan dari negara Barat.
Menurut Hidayat di Masjid Agung Al Azhar di Jakarta Selatan, Jumat, sejumlah media tersebut ditekan karena membeberkan secara jelas berbagai penderitaan yang diterima bangsa Palestina akibat invasi negara Zionis itu.
Ia mencontohkan, saat berkunjung ke negara Qatar beberapa waktu lalu, dirinya diberitahu bahwa media Al Jazeera kerap mendapat tekanan antara lain berupa protes dari berbagai pihak yang mengaku berasal dari sejumlah negara Barat.
Jumlah protes terhadap penayangan media Al Jazeera terhadap penayangan berita dari sisi Palestina itu secara total berasal dari puluhan negara.
Mengenai media di Indonesia, ia berharap agar unsur pers di Tanah Air dapat terus memberitakan akibat serangan Israel yang membabibuta tersebut secara benar dan apa adanya.
Hidayat juga mengemukakan, pemerintah Israel juga sempat menyatakan ketidaksenangannya terhadap pemberitaan media Indonesia yang menurut pihak Israel berat sebelah dan sangat berpihak kepada Palestina.
Selain itu, ia menyatakan bahwa hakikat dari yang terjadi di Palestina saat ini adalah model neokolonialisme atau penjajahan gaya baru yang dilakukan negara Israel. Bahkan, ujar dia, penjajahan tersebut juga bisa disebut sebagai sebuah “holocaust” bagi bangsa Palestina.
Pada awal November 2007, Ketua Ikatan Ulama Palestina Nawwaf Takruri pernah berkunjung ke Indonesia dan sempat berceramah di Masjid Agung Al Azhar.
Dalam ceramahnya, Nawwaf Takruri mengatakan, perjuangan rakyat Palestina bukanlah urusan rakyat Palestina atau orang Arab saja tetapi merupakan masalah umat Islam sedunia. – ant/ah
Sumber: Republika
Empat Relawan Dikirim Ke Palestina
By Republika Newsroom
Jumat, 09 Januari 2009 pukul 14:46:00
JAKARTA– Indonesia kembali menunjukan rasa soldaritasnya terhadap apa yang dialami rakyat Palestina, dengan turut ambil bagian dalam aksi kemanusian dengan mengirimkan 4 relawan menuju Palestina yang diprakarsai organisasi Aksi Cepat Tanggap (ACT)-Indonesia Humanitarian Relief Team,
“Kami akan memberangkatkan para relawan yang akan membawa bantuan pangan ke Palestian,” ujar Direktur Ekseskutif ACT, Ahyudin pada pelepasan relawan ACT di Mesjid Agung Al-Azhar, Jakarta, Jum’at (9/1).
“Kami sangat berterima kasih kepada semua sahabat-sahabatIndonesia yang telah mendonasikan dana melalui ACT untuk saudara-saudara kita di palestina yang menjadi korban tragedi kemanusiaan,”. Tambahnya.
Sejak akhir Desember, kata Ahyudin, dana yang telah dikumpulkan mencapai satu milyar.”Nantinya, dana tersebut akan dibelanjakan di sana (Aman, Jordania) dan Mesir),” tukasnya.
Menurut rencana, Tim ICT yang terdiri dari Novariyadi Imam Akbari selaku Kordinator tim, Yayat Supriatna (Kordinator logistik), Amrozi M Rais (Pakar Timur Tengah) dan Darmawan (Fotografer Harian Umum Republika akan menjalani misi tanpa batas waktu dengan menuju Mesir melalui Aman, Jordania dengan menggunakan visa travel. Disana mereka akan menyiapkan bahan bantuan seperti makanan dan obat-obatan sebelum menuju mesir.
Di Jordania nantinya mereka akan bergabung dengan komite Bersama Rakyat Jordania untuk Palestina.. Bersama komite tersebut, Tim ACT akan mulai menjalankan tugasnya. “Dengan lembaga ini kita akan mencar informasi seputar jumlah korban di gaza,” ujar salah satu tim ACT, Amrozi.
Amrozi mengakui, misi ini penuh resiko.”Namun kita akan berusaha memanfaatkan info yang ada untuk bisa menembus bantuan hingga ke Jalur Gaza,” tegas Amrozi.
“Untuk itulah kami juga menyiapkan lapisan rencana untuk menanggulangi hal-hal yang tidak terduga,” tutur ketua Tim, Novariyadi Imam Akbari.
Dia menegaskan, pihanya tetap berkomitmen apapun yang akan terjadi akan berusaha melaksanakan amanah yang telah diemban dari sahabat-sahabat di Indonesia.
Kepergian tersebut dilepas oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Hidayat Nurwahid, setelah Sholat Jumat. Dalam pelepasan tersebut, Ketua MPR menyambut baik dengan apa yang dilakukan ACT.
“Ini adalah pembuktian bangsa Indonesa sebagai bangsa yang terhormat,yang selalu membantu saudara-saudara yang tidak hanya dalam negeri tapi juga yang jauh disana,” kata Hidayat.
Direncanakan, tim ACT akan mengunakan maskapai Qatarairlines yang akan take off pukul 22.30 dari bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten dan diperkirakan akan sampai di Aman, Jordania kesesokan harinya. Sekaligus memulai misi mulia mereka di tanah Palestina. (cr2/ri)
Sumber: Republika
Muslim Inggris: Serangan Israel Picu Radikalis Lebih Berkembang
By Republika Newsroom
Jumat, 09 Januari 2009 pukul 10:07:00
MUSLIM INGGRIS BERDEMO: Kekuatan Israel tidak proposional membangkitkan ekstrimisme lebih berdaya
LONDON — Dalam tulisan editorial di Independent, Robert Fisk, wartawan Inggris, telah mengingatkan jika muslim memiliki alasan lebih banyak untuk marah dengan Barat. Hal itu pun disadari lebih dari selusin penasihat penangkal-teroris yang dipimpin pemerintah Inggris.
Mereka mengingatkan pembantaian Israel di Jalur Gaza justru mendorong ekstrimis di Negara Albino dan belahan dunia lain semakin kehilangan keyakinan terhadap demokrasi, dan perdamaian.
“Sebagaimana anda sadari, kemarahan di dalam komunitas muslim Inggris telah mencapai intensitas yang akut,” bunyi tulisan dalam sebuah surat gabungan yang dilayangkan kepada Perdana Menteri Gordon Brown, seperti yang dilansir oleh Guardian.
“Pemerintah Israel menggunakan kekuatan tidak proposional untuk memerangi ancaman dalam negerinya. Tindakan itu membangkitkan kelompok ekstrimis dan semakin memberdayakan pesan kekerasan serta konflik berkepanjangan,”
Lebih dari 708 orang telah terbunuh, 3.100 orang luka-luka dalam 13 hari serangan darat, laut, dan udara Israel di Jalur Gaza, salah satu kawasan padat di dunia.
“Bagi para muslim Inggris dan di luar negeri, kami menuju potensi resiko kehilangan keyakinan dalam proses politik,” bunyi surat itu lebih lanjut.
Di antara para penandatangan, iaah Dr Usama Hasan, imam masjid Al Tawhid, Dilwar Hussain, kepala pusat penelitian kebijakan di Yayasan Islam Inggris, Zareen Roohi Ahmed dari Forum Muslim Inggris, dan Ed Husai, direktur utama pemikir anti-ekstrimisme, Yayasan Quilliam.
Para penandatangan tersebut adalah tokoh-tokoh yang selama ini aktif menghadang ekstrimisme di Inggris dan luar negeri.
Surat tersebut mendesak PM Gordon Brown untuk mengambil jarak dengan sikap bias Amerika Serikat (AS) yang memalukan terhadap Israel.
“Kami meminta anda segera untuk menyusun rencana dan upaya keberhasilan untuk meyakinkan pemerintah AS tentang bahaya akibat pendekatan mereka, dan memastikan pemerintahan Obama menempa arah kebijakan yang lebih tercerahkan,” ujar kalimat lain dalam surat.
Washington, sebagai sekutu induk Israel memang telah menyetop draf resolusi Arab di Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera di Gaza. AS berkeras jika serangan militer Israel yang tengah berlangsung hanyalah aksi pertahanan diri terhadap serangan roket Hamas.
Dalam surat tersebut penasihat muslim tersebut mengingatkan dengan berujar,”Kondisi terkini dan narasi penyerdehanaan dari Gedung Putih sungguh serius dan melukai langsung hubungan dengan Inggris, Amerika Utara, dan negara-negara Arab. Itu juga berpotensi menyabotase tujuan kebangsaan kita,”
“Kami juga meyakini bahwa Inggris–secara bilateral dan bagian dari Uni Eropa–memiliki peran penting untuk menunjukkan kepada Israel jika ambang batas perilaku yang dapat diterima telah diterobos semena-mena,”
Inggris sendiri bersekutu dengan AS dalam pendapat mengenai draf resolusi Arab atas Gaza.
Sekitar 30 orang mewakili sejumlah grup muslim, termasuk Dewan Muslim Inggris dan Masyarakat Islami Inggris, bertemu pada 8 Januari lalu dengan Menteri Luar Negeri dan Persemakmuran, Bill Rammel.
Mereka mengingatkan, kegagalan London untuk menyetop serangan Israel justru memberi amunisi terhadap ekstrimis.
Grup Penasihat Pemuda Muslim (YMAG) yang diresmikan oleh pemerintah pada Oktober lalu juga melayangkan surat terpisah untuk Brown, mengingatkan kegagalan semacam itu justru mematahkan usaha mereka untuk mereduksi pertumbuhan radikalisasi di dalam negara.
“Kami di situasi sangat berbahaya untuk mengirim pesan kepada para pemuda muslim saat ini. Sebab pembunuhan masal terhadap warga sipil dapat digunakan dalih mengesahkan mereka, ketika hak tersebut dilanggar,” ujar surat YMAG.
YMAG menekankan dalam iklim saat ini ada bahaya nyata di kalangan pemuda yang menyaksikan kemandulan institusi dalam bertindak. “Mereka yang seharusnya bergerak melindungi nyawa tak berdosa akhirnya mengubah upaya mereka, membuat suara mereka terdengar dengan cara apapun,” kata YMAG./it
Sumber: republika

Ahmad berkata
SMOGA ALLAH SWT MEMBUKA HATI AHMAD DINEJAD PRESIDEN IRAN UNTUK MELUNCURKAN NUKLIRNYA KE NEGERI IBLIS ISRAEL.
aufa el sahla berkata
la’natullah ‘alal yahuud, israel
Husnul Walad berkata
saya sependapat dengan saudara Ahmad;
baerharap agar Iran, negara Islam yang paling berani, meluncurkan nuklirnya ke wilayah Israel. agar mereka, Yahudi-laknatulloh, terhapus dari muka bumi.
wongtera berkata
apa pun alasannya, baik Israel maupun Hammas
yg nama nya perang tetep
menyesangrakan, termasuk adalah warga sipil. orang2 yang ga tau apa2
ga usah banyak comen….
kita pergi langsung ke Gaza…..