10 Cara Menyelundupkan Narkoba ke Lapas
Ditulis oleh creativesimo di/pada 15 November 2009
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Siswato mengatakan telah memecat dua pegawainya yang terlibat kasus narkoba dan tiga orang menjalani sidang disiplin profesi.
“Kami tidak mau main-main dengan narkoba dan saya akan tindak tegas siapa pun, entah itu pegawai, napi, maupun pengunjung yang besuk,” kata Siswanto di sela menerima kunjungan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Patrialis Akbar di Kerobokan, Minggu (15/11).
Beberapa waktu lalu, petugas Lapas Kerobokan menangkap seorang pengunjung yang kepergok akan menyelundupkan enam paket sabu karena ada pesanan dari seorang napi. Paket tersebut disembunyikan di dalam celana dalam dibungkus menggunakan plakban.
Hal tersebut, kata dia, merupakan salah satu bentuk penyelidikan yang dilakukan selama ini karena citra yang terbentuk di luar bahwa lapas merupakan sarang narkoba.
“Kami tegas kepada siapa pun kalau ada yang mencoba bermain narkoba maka akan dilaporkan ke pihak berwajib, termasuk memanfaatkan barang kerajinan yang diproduksi di lapas untuk menyelundupkan narkoba,” urainya.
Siswanto meminta kepada petugas jaga di pintu depan agar tidak lengah dan lebih teliti dalam melakukan pemeriksaan terhadap seluruh barang bawaan pengunjung. Razia yang digelar rutin secara mendadak ini tak hanya menemukan narkoba, tetapi juga alat komunikasi berupa ponsel yang khawatir kerap digunakan untuk berkomunikasi untuk pemesanan narkoba. “Sebagai alternatifnya, lapas menyediakan telepon pas yang seluruh pembicaraan direkam,” ujarnya.
Jika ada pegawai dan pengunjung yang melakukan tindakan seperti itu, dia tak segan untuk melakukan tindakan tegas dengan melaporkan ke polisi. Sedangkan napi yang memesan narkoba langsung masuk blok khusus dan tidak diberikan pengurangan hukuman (remisi) di hari khusus.
Modus menyelundupkan narkoba ke dalam lapas:
1. Melubangi buku.
2. Menyelipkan di dalam rokok yang masih tersegel.
3. Memasukkan ke pakaian dalam karena berharap petugas tak akan memeriksa hingga rinci.
4. Bungkus makanan.
5. Pembalut wanita.
6. Popok bayi.
7. Layangan.
8. Burung merpati.
9. Dilempar ke dalam lapas menggunakan pemberat seperti batu.
10. Bola tenis yang dipotong lalu dijahit kembali.
Sumber: Kompas

PlasaBooks berkata
keren ya,
oknumnya ternyata orang dalam sendiri,